Wabah Virus Corona: Pesawat Evakuasi Warga Inggris Tak Bisa Lepas Landas

Image
Pesawat evakuasi Inggris tidak dapat lepas landas terhalan izin dari otoritas China | EPA

 Sejumlah negara telah melakukan evakuasi terhadap warganya yang berada di China, terutama Wuhan. Beberapa negara yang dilaporkan mengevakuasi warganya adalah Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Prancis, dan Inggris.

Inggris saat ini tengah dalam proses mengevakuasi sekitar 200 warganya di Wuhan. Sayangnya, pesawat evakuasi Inggris tidak dapat lepas landas padahal pesawat tersebut dijadwalkan untuk tiba di Oxfordshire hari ini (30/1).

Hal ini dikarenakan mereka belum mengantongi izin dari otoritas China. Hal serupa juga dialami oleh negara-negara lain yang mengevakuasi warganya.

"Kami tetap berhubungan dekat dengan pihak berwenang China dan pembicaraan sedang berlangsung di semua tingkatan," kata seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris, dilansir dari laman BBC, Kamis (30/1).

Dalam kasus ini, salah satu penyebab mengapa izin untuk Inggris tidak keluar adalah karena otoritas China menolak memberikan izin kepada wanita China untuk menemani suaminya yang berkebangsaan Inggris. Pria Inggris yang diidentfikasi sebagai Jeff Siddle mengatakan bahwa ia diperkenankan kembali ke Inggris bersama putrinya, namun tidak dengan istrinya.

"Istri saya bingung. Pihak berwenang China tidak mengizinkan penduduk China pergi. Saya harus membuat keputusan di mana anak perempuan saya yang berusia sembilan tahun, yang memiliki paspor Inggris, dan saya sendiri harus pergi, dan meninggalkan istri saya di China. Atau kami bertiga tinggal," kata Jeff.

Kasus lainnya yang juga terjadi adalah di mana seorang warga Inggris diminta meninggalkan putranya yang baru tiga tahun karena balita tersebut memiliki paspor China.

"Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata ketika saya mendapat telepon."

"Kami bertiga berada di Wuhan saat ini. Secara fisik kita baik-baik saja, tetapi stres karena dikurung begitu lama, kesehatan emosional mulai sedikit menderita, terutama setelah berita ini," kata wanita bernama Natalie Francis.

Kementerian Luar Negeri mengatakan prioritasnya adalah untuk menjaga warga negara Inggris dan keluarga mereka bersama.

Komentar