Rupiah Terbang, Karena Perang Dagang dan Brexit Terang Benderang

Image
Petugas jasa penukaran uang asing PT Ayu Masagung menghitung pecahan uang dolar AS di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (1/3). Nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS melemah dan sempat menyentuh Rp13.800 per Dolar AS | AKURAT.CO/Dharma Wijayanto

 Nilai tukar Rupiah melawan Dolar AS pada pasar spot awal perdagangan Jumat (13/12/2019) menguat 0,30% atau 42 poin ke Rp13.983. Dan, di Kurs tengah Bank Indonesia (BI), Rupiah juga menguat 60 poin atau 0,42% ke Rp13.982.

Direktur riset Centre of Reform on the Economics (CORE) Piter Abdullah menilai Rupiah bangkit karena pasar tengah yakin ada kesepakatan dagang AS-China.

"Sentimen pasar nampaknya sdg positif terutama terkait perang dagang yg diyakini akan ada kesepakatan antara Amerika dan China," kata Piter kepada Akurat.co.

"Sebenarnya Rupiah memang berpotensi menguat tetapi selama ini tertahan oleh sentimen perang dagang," tambahnya.

Hari ini, Piter yakin Rupiah bisa melanjutkan penguatan yang sudah berlangsung 2 hari kemarin.

Direktur riset dan investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico menilai kuatnya Rupiah dipengaruhi oleh meredanya gejolak perang dagang AS-China, dan semakin jelasnya Brexit.

"Sedikit keajaiban, sedikit harapan, namun saat ini mungkin itu semua akan menjadi kenyataan. Presiden Trump mengatakan bahwa kesepakatan antara Amerika dan China sudah sangat amat dekat untuk menandatangani kesepakatan perdagangan yang besar," kata Nico. 

Hal ini juga diharapkan akan membuat penundaan kenaikkan tarif pada hari Minggu nanti. Trump mengatakan bahwa China menginginkan kesepakatan tersebut, begitupun juga dengan Amerika. Dan pada akhirnya menurut kabar yang beredar bahwa Trump akan menandatangani perjanjian perdagangan tahap pertama dengan China. 

"Ini disampaikan oleh Trump kepada penasihat perdagangannya. Sejauh ini persyaratan telah disepakati, tetapi secara hukum bentuk tertulis masih belum selesai. Sejauh ini White House belum memberikan komentar terkait akan hal ini. Boris Johnson mungkin telah berada di jalur kemenangan untuk memenangkan kemenangan yang paling menentukan dalam Pemilu di Inggris," kata Nico. 

Sumber: 

Komentar