Berkat Trump, IHSG Terangkat Seiring Bursa AS yang Menguat

Image
Pengunjung saat berada di sekitar layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (23/10/2019) menguat 0,08% atau 11 poin ke Rp14.029. Menurut analis Jasa Utama Capital Sekuritas Chris Apriliony menilai penguatan rupiah dipengaruhi oleh pelantikan menteri dalam Kabinet Indonesia Maju. | AKURAT.CO/Endra Prakoso

  IHSG kembali menguat setelah kemarin sore ditutup lesu. Pada awal perdagangan akhir pekan (13/12/2019), IHSG menguat 0,68% atau 41,65 poin ke 6.181,055. Sebanyak 40 saham menguat, 2 saham lesu, dan 3 saham stagnan. Asing membukukan pembelian bersih hingga Rp7,34 miliar.

Saham teratas yang paling menguat dari kelompok 45 saham blue chip atau Indeks LQ45 dan secara umum adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) naik 2,66% ke Rp7.725 per lembar saham. Saham yang paling lemah adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 0,22% ke Rp11.350 per lembar saham.

Tiga saham teraktif adalah Bank Mandiri Tbk (BMRI) bernilai Rp11,092 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) bernilai Rp9,34 miliar, dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) bernilai 8,42 miliar.

Kepala riset PT Valbury Sekuritas Indonesia Alfiansyah menilai penguatan IHSG didorong oleh saham AS yang berhasil menguat pada Kamis terbawa eforia dari penyataan Trump yang optimisitis atas kesepakatan perdagangan. Sentimen positif yang muncul ini hanya untuk sementara dapat membawa IHSG ke teritorial positif pada perdagangan hari ini.

"Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) mendekati kesepakatan dengan Cina menjelang datangnya tenggat waktu pengenaan tarif baru pada 15 Desember 2019," kata Alfiansyah kepada Akurat.co.

Jadwal pengenaan tarif baru oleh AS terhadap impor Cina tersebut telah menjadi perhatian pasar. Rencana ini diharapkan setidaknya akan ditunda seiring dengan upaya kedua belah pihak membuat kemajuan atas kesepakatan perdagangan awal. Tetapi pelaku pasar kembali akan tetap fokus pada apa yang terjadi pada Sabtu (14/12/2019) sehubungan dengan negosiasi perdagangan AS-Cina.

Analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang menilai penguatan IHSG didorong oleh naiknya saham AS dan Asia lainnya akibat pernyataan Trump untuk meredakan ketegangan dagangnya dengan China.

"Merujuk naiknya DJIA sebesar +0.79% setelah Presiden Trump memberikan sinyal akan ada berita bagus menjelang tanggal 15 Desember ditengah naiknya harga komoditas Oil +0.76%, Nikel +1.19%, Timah +0.25%, Coal +0.6% & CPO +0.49%," kata Edwin kepada Akurat.co.

"Naiknya Bursa Asia Jumat pagi seperti: Nikkei +2.30%, Kospi +1.42%, STI +0.73% serta futures DJIA dan Hangseng mengindikasikan IHSG dibuka menguat cukup tajam," tambahnya.

Komentar