KAI Dekatkan Diri ke Milenial Lewat Kompetisi eSports

Image
Maskot Tim Loko eSport | Facebook/ Masinis Indonesia

  PT Kereta Api Indonesia (Persero) melanjutkan roadshow kompetisi KAI ESports-nya. Setelah sebelumnya dilaksanakan di Yogyakarta dan Malang, kini KAI ESports Exhibition dilaksanakan di Stasiun BNI City, Jakarta pada 23-24 November 2019.

Transport Marketing and Sales KAI, Asdo Artriviyanto mengatakan langkah tersebut untuk terus melekatkan brand KAI dengan kaum milenial.

“KAI melihat kaum milenial sebagai pasar yang potensial, di mana pengguna aplikasi KAI Access sebagian besar didominasi oleh para milenial," ujarnya dilansir laman resmi KAI, Minggu (24/11/2019).

Di samping itu, sebut Asdo, pihaknya ingin menunjukkan bahwa stasiun kereta api bisa juga menjadi alternatif kaum milenial untuk dijadikan tempat berbagai aktivitas. Di antaranya dapat digunakan sebagai salah satu tujuan hang out, meeting, refreshing, dan menjalankan aktivitas dengan memanfaatkan berbagai fasilitas yang ada di stasiun.

KAI ESports Exhibition Goes to Jakarta melombakan tiga mata lomba utama, yaitu Free Fire, Mobile Legends, dan Tekken 7. Selain gim tersebut, KAI juga mengajak masyarakat untuk bersaing dalam Cosplay Competition dan Call of Duty Mobile (COD-M) offline.

Kompetisi COD-M offline ini sendiri merupakan yang pertama kali ditandingkan oleh sebuah BUMN yaitu KAI. Total hadiah yang diperebutkan dalam turnamen tersebut sebesar Rp50 juta.

Dalam event ini pula, KAI juga mengundang para pegiat games dari BUMN-BUMN lain untuk berpartisipasi.

"Kami memandang, sinergi BUMN tak hanya dilakukan dalam momen-momen seremonial saja, namun bisa juga dilakukan dalam event non formal seperti pertandingan game online,” tambah Asdo.

Pada ajang ini juga, KAI menyediakan diskon sebesar 10 persen untuk pembelian tiket KA Komersial di Booth KAI. Tiket yang mendapatkan promo adalah tiket untuk perjalanan H-30, keberangkatan hari Senin s.d Kamis di luar masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2019/2020 yaitu 19 Desember 2019 s.d 5 Januari 2020.

Komentar