H.A.R Tilaar Meninggal Dunia, Mahasiswa: Dia Dosen yang Langka

Image
Jenazah Profesor Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar di rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Rabu (30/10/2019). | AKURAT.CO/Abdul Haris

  Profesor Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar telah menghadap sang kuasa pada Rabu (30/10) pukul 10:48 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, akibat komplikasi penyakit dan faktor usia.

Kepergian sosok yang dikenal sebagai tokoh pendidikan itu menjadi pukulan dalam bagi keluarga dan orang-orang yang kenal dekat dengan suami dari pengusaha kecantikan, Martha Tilaar, tersebut.

Riant Nugroho, Staf Khusus Bidang Kebijakan Publik Kementerian Pariwisata, yang juga merupakan salah satu siswa Alex Tilaar di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berbagi kisah dengan sosok yang akrab disapa Alex Tilaar.

Menurut Riant, Alex adalah sosok yang sangat sulit ditemukan di dunia ini. Hal itu disampaikannya kepada AKURAT.CO ketika ditemui di Rumah Duka Sentosa, RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (30/10) malam.

"Beliau merupakan dosen yang tidak hanya pintar, tetapi juga sangat baik, lembut, care (peduli), jadi beliau itu langka. Pak Tilaar kalau mengajar sangat sederhana kita diajak pintar bareng. Dia termasuk dosen yang tidak banyak omong, biasanya dosen talk active, dia tidak talk active tapi apa yang disampaikan itu sampai, membuat kita memancing untuk berpikir," ungkap Riant.

Riant pun mengaku bahwa jasa dari sosok H.A.R Tilaar begitu besar untuk pendidikan dan siswa-siswi yang pernah diajarnya, termasuk dirinya sendiri. Riant merasa memiliki utang budi besar kepadanya.

"Saya dulu kuliah di UNJ ragu-ragu, promotornya dia (H.A.R Tilaar) tapi terbukti. Saat keluar dari UNJ, saya dua tahun mengajar di Malaysia, saya 4 tahun guru besar di Cina, sekarang saya staf khusus Kemeterian Pariwisata dan itu karena Pak Tilaar. Dia mengajarkan tentang pentingnya pendidikan," tambahnya.

Riant juga menceritakan beberapa kenanangan saat diajarkan oleh sosok pria kelahiran Sulawesi Utara itu. H.A.R Tilaar merupakan sosok yang santai di kelas, tapi kelembutannya luar biasa. 

"Saya berpikir pak Alex ini lebih halus ketimbang orang Jawa Solo barangkali, padahal dia orang Manado. Tapi yang penting care (peduli) nya, dia care sama siswa. Satu persatu siswa dia ingat. Caranya ngajar udah kayak seorang ibu, lembut-lembut tapi bikin kita pintar," tutupnya.

Komentar