Harga Beras Petani di Penggilingan Naik, Tapi di Grosir Dan Eceran Turun

Image
Pekerja memasukan beras ke dalam karung di gudang Pasar Induk Cipinang, Jakarta, Selasa (9/7/2019). Produksi beras dalam negeri diperkirakan menurun dari sekitar 32 juta ton tahun lalu menjadi sekitar 30 juta ton tahun ini yang disebabkan kekeringan, pergeseran masa tanam, dan serangan hama tikus yang terjadi di beberapa daerah pada musim tanam kedua tahun ini. | AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo

 Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya kenaikan harga gabah kering panen (GKP) dan gabah kering giling (GKG) di tingkat petani, serta harga beras di tingkat penggilingan untuk semua kualitas. Namun begitu, kenaikan tersebut tidak terjadi ditingkat penjualan grosir maupun eceran.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, berdasarkan pemantauan harga penjualan gabah di 30 provinsi selama Agustus 2019, tercatat bahwa rata-rata harga GKP di tingkat petani sebesar Rp4.759,00 per kg atau naik 3,04 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan, di tingkat penggilingan seharga Rp4.856,00 per kg atau naik 3,04 persen.

Adapun rata-rata harga GKG di tingkat petani sebesar Rp5.309,00 per kg, naik 0,60 persen di banding bulan sebelumnya dan di tingkat penggilingan Rp5.423,00 per kg atau naik 0,71 persen. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani sebesar Rp4.551,00 per kg atau naik 6,97 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.643,00 per kg atau naik 6,48 persen dibanding bulan sebelumnya.

"Kita melakukan survei ini di 2.214 transaksi penjualan gabah di 30 provinsi, jadi kalau kita lihat di sana GKP di tingkat penggilingan juga naik seiring naiknya GKP di tingkat petani yang naik 3,04 persen di banding bulan sebelumnya, GKG nya juga sama," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (2/9/2019).

Kemudian rata-rata harga beras kualitas premium di penggilingan menjadi sebesar Rp9.530,00 per kg, naik sebesar 0,11 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan, rata-rata harga beras kualitas medium di penggilingan sebesar Rp9.224,00 per kg, naik sebesar 0,14 persen, dan rata-rata harga beras kualitas rendah di penggilingan sebesar Rp9.048,00 per kg, naik sebesar 1,31 persen.

Sementara itu, dibandingkan Agustus 2018, rata-rata harga di tingkat petani pada Agustus 2019 untuk GKP mengalami penurunan sebesar 0,32 persen atau Rp15,00 per kg, GKG naik sebesar 0,02 persen atau Rp1,00 per kg, dan gabah kualitas rendah naik sebesar 4,30 persen atau Rp188,00 per kg.

Sedangkan, rata-rata harga beras pada Agustus 2019 di penggilingan jika dibandingkan dengan Agustus 2018, untuk kualitas premium, medium dan rendah, mengalami kenaikan masing-masing sebesar 0,76 persen, 0,56 persen dan 0,79 persen.

"Dengan adanya kenaikan itu bisa dipahami kalau harga beras di penggilingan juga mengalami peningkatan meski jauh lebih tipis. Tapi beras grosir dan eceran justru turun 0,09 persen, itu yang sebabkan beras tidak sumbang inflasi pada Agustus 2019," tutupnya.

Komentar