Gerakan Trump Batasi Akses Belajar Ilmuwan Asal China Dituding Rasis

Image
Sebuah ilustrasi yang menggambarkan para akademisi asal China di tengah perang dagang China-AS | SCMP

 Kebijakan terbaru Amerika Serikat (AS) menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat China-Amerika yang dipandang rasis. Tak berhenti di situ, ilmuwan dan mahasiswa asal China yang tinggal di AS bahkan dipandang politisi AS sebagai agen Beijing.

Kita semua tahu ilmu pengetahuan tak memiliki batasan. Namun tetap saja, AS memiliki utang budi pada China atas supremasi teknologi global yang dikuasainya saat ini. Sekitar 10 persen penemuan AS di masa kini adalah hasil jerih payah ilmuwan beretnis China.

Kesimpulan tersebut adalah hasil penelitian Profesor William R. Kerr dari Harvard. Kebanyakan di antaranya di bidang kecerdasan buatan. Menurut think tank MacroPolo, para ilmuwan asal Tionghoa yang dimaksud adalah imigran asal China. Mereka berjasa karena telah membangun landasan ekosistem teknologi AS dan ironisnya saat ini menghadapi banyak hambatan yang ditimbulkan oleh pemerintah AS dan dituduh mata-mata.

“Kebijakan Trump melemahkan bakat (ilmuwan) China adalah kebodohan AS,” papar Kerr, yang merupakan profesor di bidang Administrasi Bisnis di Harvard Business School sekaligus penulis 'The Gift of Global Talent'.

"AS harus memastikan perlindungan kekayaan intelektual, tapi upaya mengisolasi dan menekan komponen bakat China memiliki konsekuensi negatif dalam jangka panjang bagi negara kita,” tutur Kerr dikutip South China Morning Post, Kamis (13/6).

Bagaimana cara melindungi kekayaan intelektual tanpa menakut-nakuti, beberapa orang paling berbakat di dunia asal China dan paling cemerlang yang saat ini berkontribusi besar pada penemuan AS, dan mereka kini tertekan di tengah-tengah perang teknologi China-AS yang memanas.

Tekanan yang dihadapi para ilmuwan keturunan China di antaranya adalah visa yang singkat, penundaan, dan penolakan pengajuan visa, penolakan terhadap beberapa fasilitas penelitian. Menurut Kerr masuknya orang berbakat dari China ke AS telah memengaruhi inovasi dan kecanggihan teknologi AS. Pertumbuhan teknologi yang dihasilkan meningkat tajam dalam kurun 40 tahun terakhir.

Sumber:Akurat.co

Komentar