Banyak yang Percaya Bumi Datar, Peneliti : YouTube Patut Disalahkan

Image
Logo YouTube | YOUTUBE
Pencarian Google untuk "tanah datar" telah berkembang secara masif selama lima tahun terakhir dan konvensi Bumi datar mulai bermunculan di seluruh dunia.

Asheley Landrum seorang asisten profesor komunikasi sains di Texas Tech University mengatakan sangat luar biasa pengaruh YouTube untuk masyarakat, sebab dari tahun ke tahun lebih banyak orang percaya pada Bumi yang datar. 

Landrum mewawancarai 30 orang yang menghadiri satu konvensi Bumi datar dan mendapati bahwa semua, kecuali satu orang, yang menjadi percaya Bumi datar setelah menonton video di YouTube.

Dia mempresentasikan penelitiannya di sebuah acara yang dijalankan oleh Asosiasi Amerika untuk Kemajuan Ilmu Pengetahuan. Meski begitu Landrum tidak secara eksplisit menyalahkan YouTube atas kenaikan jumlah orang yang percaya Bumi datar. Ia percaya bahwa Google bisa berbuat lebih banyak untuk menghentikan penyebaran gagasan yang salah secara ilmiah.

"Ada banyak informasi bermanfaat di YouTube tetapi juga banyak informasi yang salah," katanya.

Google telah mengakui masih banyak yang bisa dilakukan untuk memerangi penyebaran informasi palsu di YouTube dan, baru-baru ini pada bulan Januari, menguraikan rencana baru yang dirancang untuk mendorong balik.

Menariknya, Landrum meminta para ilmuwan sendiri untuk melawan dengan menggunakan YouTube sebagai platform dalam mengkomunikasikan pekerjaan mereka.

"Kami tidak ingin YouTube penuh dengan video yang mengatakan di sini adalah semua alasan mengapa Bumi itu datar, kami membutuhkan video lain yang mengatakan di sini mengapa alasan-alasan itu tidak nyata dan di sini ada banyak cara Anda dapat merisetnya sendiri," katanya

Lebih lanjut Landrum kembali mengatakan, dirinya bersama para peneliti akan mulai mengurangi rekomendasi konten batas dan konten yang dapat memberi informasi yang salah kepada pengguna.

Sumber : Akurat.co

Komentar