Match Fixing di Indonesia Tak Terhubung dengan Bandar Judi

Image

AKURAT.CO, Praktek pengaturan pertandingan (match fixing) yang mencoreng kompetisi sepakbola Indonesia tak terhubung dengan jaringan perjudian. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy.

"Tak ada pertandingan yang mencurigakan juga menurut Sport Radar dari sudut pandang judi. Ada uang mengalir Rp70 miliar dari betting buat liga 1," ujar Tigor di Jakarta, Rabu (16/1).

"Buat apa orang masang betting (di Liga 1) kalau hasilnya sudah diatur. Berarti secara trust, Liga 1 ini gak masalah."

PT LIB telah bekerja sama dengan Sport Radar yang merupakan rekan kerja FIFA untuk mendeteksi match fixing dari pasar taruhan di rumah judi. Hasilnya, tak ada pertandingan Liga 1 dan Liga 2 yang terindikasi diatur skornya untuk kepentingan judi ini.

Mereka juga menyebut match fixing yang terjadi di Indonesia hanya dilakukan oknum tertentu untuk kepentingan pribadi. Hal itu memang terbukti dengan latar belakang para tersangka yang sudah diamankan oleh Satgas Anti Mafia Bola.

"Kejahatan yang muncul sekarang dilakukan oknum tertentu. Bukan untuk judi, tapi murni dari oknum tersebut," tambahnya.

Satgas Anti Mafia Bola telah menetapkan beberapa tersangka terkait kasus match fixing ini. Bahkan diantaranya ada pejabat teras PSSI seperti Johar Lin Eng (Exco) dan Dwi Irianto (Anggota Komisi Disiplin). Keduanya dianggap membantu beberapa klub Liga 2 yang telah membayar sejumlah uang untuk meraih kemenangan.[]

Sumber : Akurat.co

Komentar